Budaya Banyumas | Ebeng Banyumasan | Kesenian Banyumas
Ebeg adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang,
Budaya Banyumas | Kesenian Banyumas | Wayang Jemblung Banyumas
Kesenian Jemblung menurut gotek berawal dari salah satu tradisi orang Banyumas pada saat sepasaran bayi (selamatan yang dilakukan pada saat bayi berumur lima hari) mengadakan suatu acara yang disebut macanan atau macapatan yang kemudian biasa disebut muyen (berasal dari istilah kata nemu bayi).
Jika kita lihat dialeknya, bahasa Jawa mempunyai ragam yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah yang lain. Tetapi secara garis besar ragam bahasa Jawa dapat dibagi dalam dua kelompok besar dialek. Ragam bahasa Jawa kulonan (barat) yang mewakili wilayah Banyumas, sebagian Kedu, sebagian Pekalongan, Tegal, sebagian Brebes yang sering disebut sebagai bahasa Banyumasan. Ragam kedua adalah ragam bahasa wetan (timur) yang juga sering disebut bahasa bandhekan oleh orang Banyumas mewakili wilayah Jawa Tengah bagian Timur dan Jawa Timur.
Kudi merupakan salah satu gaman / senjata yang sering dipergunakan masyarakat Banyumasdalam kehidupan sehari - hari sebagai peralatan yang digunakan untuk membelah atau memotong benda keras seperti kayu atau bambu, sama fungsinya seperti parang atau bendho. Kudi hanya memiliki satu sisi tajam, berbentuk agak melengkung menyerupai kujang dari Jawa Barat namun lebih panjang dan besar.
Begalan Nikah Banyumas | Budaya Banyumas | Kesenian Banyumas | Sejarah Banyumas
Begalan dalam Bahasa Indonesia adalah perampokan. Dalam penyelenggaraan acara begalan dalam pernikahan merupakan salah satu tradisi di upacara pernikahan bagi anak perempuan pertama di Banyumas. Dengan maraknya pernikahan gaya modern, standing party, yang acapkali diselenggarakan di gedung mewah oleh orang Borjuis dan lemah budaya menjadikan prosesi begalan ini memiliki cita rasa tersendiri dan melegendaris dalam kearifan budaya Banyumasan.